Sejak pertama kali diadakan di Athena kuno, Olimpiade telah menjadi pilar penting dalam olahraga dunia, menggambarkan semangat persaingan, persatuan, dan prestasi manusia. Konsep pertama Olimpiade berasal dari Yunani Kuno, sekitar tahun 776 SM, yang dilaksanakan di Olympia sebagai upacara agama untuk menghormati Dewa Zeus. Pada masa itu, pertandingan melibatkan berbagai aktivitas fisik seperti lari, lompat jauh, dan gulat, serta dihadiri oleh ribuan penonton dari seluruh wilayah Yunani.
Namun, dengan berjalannya waktu, tradisi ini menghilang hingga akhirnya pada tahun 1896, Olimpiade kembali dihidupkan di Athena dengan inisiatif dari Baron Pierre de Coubertin. Dalam upaya untuk membangkitkan kembali semangat Olimpiade dan mempromosikan perdamaian serta persatuan melalui olahraga, Olimpiade modern lahir. Olimpiade Athena 1896 menandai awal dari era baru, dengan partisipasi dari 13 negara dan kompetisi dalam berbagai cabang olahraga.
Baca juga Yoga Memiliki Manfaat Kesehatan
Sepanjang abad ke-20, Olimpiade menghadapi berbagai tantangan. Dua perang dunia menyebabkan pembatalan Olimpiade pada tahun 1916, 1940, dan 1944. Namun, peristiwa paling memilukan mungkin adalah pada 1972 di Munich, ketika sekelompok teroris menyerang atlet Israel, mengakibatkan kematian beberapa atlet. Meskipun begitu, Olimpiade terus berlanjut dan menjadi simbol ketahanan manusia.
Selama beberapa dekade berikutnya, Olimpiade terus berevolusi dengan diperkenalkannya cabang olahraga baru dan keterlibatan negara-negara baru. Terutama, inklusi lebih banyak olahraga wanita menandai langkah besar dalam perjuangan kesetaraan gender di arena internasional. Selain itu, Olimpiade juga sering kali menjadi ajang politik, seperti pada tahun 1980 dan 1984, ketika banyak negara memboikot Olimpiade karena alasan politik.
Salah satu Olimpiade paling inovatif dan menantang dalam sejarah adalah Olimpiade Tokyo 2020. Awalnya direncanakan untuk 2020, namun tertunda hingga 2021 karena pandemi global. Meskipun dihadapkan pada tantangan yang belum pernah terjadi sebelumnya, Olimpiade Tokyo mampu menawarkan inovasi teknologi yang baru dan berfokus pada keberlanjutan serta keselamatan semua peserta.
Dalam refleksi, Olimpiade, dari Athena hingga Tokyo, telah menjadi cermin dari evolusi, tantangan, dan pencapaian masyarakat global. Olimpiade bukan hanya tentang olahraga, tetapi juga tentang masyarakat, budaya, dan politik, dan bagaimana semua aspek ini berinteraksi dalam kerangka peristiwa internasional. Kita, sebagai penonton dan penggemar, telah diberkati dengan kemampuan untuk menyaksikan sejarah tercipta setiap empat tahun sekali, dan dengan demikian, menjadi bagian dari cerita yang lebih besar tentang.(gilang**) kemanusiaan.