Ketua NU Tasik Tuding Unsil Sarang Penyebaran Faham Radikal

0
Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Tasikmalaya Ate Mushodiq, dalam kegiatan Silaturahmi Kamtibmas bersama Tokoh Agama Dan Pimpinan Pondok Pesantren se-Wilayah Hukum Polres Tasikmalaya Kota, di Gedung Aulia Hall Centre (AHC) jalan Letnan Harun Kec. Indihiang Kota Tasikmalaya Selasa (04/12/18)

TASIKMALAYA- Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Tasikmalaya Ate Mushodiq menuding Universitas Siliwangi Tasikmalaya sebaggai sarang penyebaran faham radikalisme. Penyebaran paham ini sudah masif dan terstruktur menyusupi satu demi satu mahasiswa di lingkungan kampus, mereka ini yang banyak melakukan pengkajian-pengkajian tanpa mengaji dan minimnya pemahaman tentang keagamaan sehingga dengan muda terjangkit virus  paham-paham yang tidak jelas.

”Lihat sajalah di sekitar Unsil di sana ada Masjid, saya mendapat informasi bahwa di sana sudah dirasuki ajaran-ajaran yang menyimpang,”kata Ate saat Silaturahmi Kamtibmas bersama Tokoh Agama Dan Pimpinan Pondok Pesantren se-Wilayah Hukum Polres Tasikmalaya Kota, di Gedung Aulia Hall Centre (AHC) jalan Letnan Harun Kec. Indihiang Kota Tasikmalaya Selasa (04/12/18).

”Saya kira anggapan bahwa paham radikalisme dan teroris menyebar di lingkungan pondok pesantren dan santri keliru, dan saya katakan itu tidak benar, justru tumbuh dan menyebar di perguruan tinggi, ini bisa kita buktikan dengan data dan fakta,”ungkap Ate, yang juga Ketua PCNU Kota Tasikmalaya.

Dia pun menyebutkan, kenapa di lingkungan kampus muda menyebar ajaran radikalisme karena secara psikologi, usia mahasiswa masih polos dan dalam proses pencarian jatidiri, sehingga dengan muda disusupi ide dan ideologi yang menyimpang dari ajaran agama.

”Saat ini di perguruan tinggi memang sangat rawan dengan ajaran-ajaran yang menyimpang, sehingga perlu dilakukan antisipasi dan pencegahan dengan membekali pelajaran agama yang bersifat kontekstual ditambahkan pengamalan-pengamalan misalnya sholat, membaca al-quran dan pengenalan empat pilar kebangsaan,” tuturnya.

Rektor Unsil Tasikmalaya Prof Rudi Priyadi keberatan dengan pernyataan Ketua MUI Kota Tasikmalaya tersebut. Dia menyesalkan dan meminta Ate untuk menarik ucapannya. ”Saya menyayangkan dan menyesalkan pernyataan seorang ulama apalagi Ketua MUI yang mengatakannya, perguruan tinggi Unsil sudah terpapar ajaran radikalisme tanpa bukti dan fakta yang jelas,”tegas Prof. Rudi, saat dihubungin melalui selularnya Selasa (04/12/18).

Priyadi  berharap, semua pihak termasuk para ulama bisa memberikan pencerahan dan pengetahuan keagamaan kepada mahasiswa agar mereka terhindar dari paham-paham yang menyimpang dari ajaran agama.

”Sebaiknya jangan mengatakan seperti itu, jika tidak terbukti, ini akan menjadi polemik di lingkungan kampus dan mencederai perguruan tinggi,”pungkasnya. (ades)

 

(Visited 3 times, 3 visits today)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here