Ini Dia Cara Melihat Hasil Tes SKD CPNS 2018 Kabupaten Garut

0
hasil Tes CPNS 2018 Kab Garut

GARUT: Hasil tes seleksi komptensi dasar atau Tes SKD CPNS 2018 Kabupaten Garut sudah keluar dari BKN namun belum diumumkan secara resmi oleh BKD Kabuparen Garut.Hal tersebut dijelaskan Kepala Biro Humas Badan Kepegawaian Negara (BKN) Mohammad Ridwan. Namun, tambah Ridwan, jadwal pengumuman setiap instansi tidaklah seragam.

Misalnya Kementerian Hukum dan Hak Asasi manusia (Kemenkumham) yang melakukan pengumuman hasil seleksi administrasi CPNS 2018 pada 19 Oktober mendatang. Sementara Kementerian Luar Negeri baru akan mengumumkan pada 21 Oktober. Sedangkan untuk hasil tes CPNS Kabupaten Garut akan dilaksanakan pada awal Desember mendatang.

“Beberapa kementerian, lembaga atau instansi sudah mengumumkan siapa yang lulus atau tidak, kalau untuk kabupaten Garut kemnungkinan awal Desember mendatang,” kata Ridwan.

Ridwan juga menyampaikan bagaimana tata cara melihat pengumuman hasil seleksi administrasi CPNS 2018.Para pelamar CPNS 2018 diimbau untuk selalu memantau pengumuman tersebut melalui web sscn.bkn.go.id.

Pastikan bahwa informasi itu benar dan dari sumber yang dipercaya. Namun ada bocoran bahwa dari 654 lowongan atau formasi yang disediakan tak sebanding dengan jumlah peserta yang lolos.

“Pokonya silakan pelamar login dia tahu (lolos) apa enggak.Tapi harus sabar karena loadingnya agak lama Tapi bukan berarti setiap menit melihat, login, logout, jangan begitu juga,” papar Ridwan.

Kuota CPNS Pemkab Garut tertuang dalam Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 253 Tahun 2018 tentang Kebutuhan Pegawai Aparatur Sipil Negara di Lingkungan Kabupaten Garut Tahun 2018. Bupati Garut Rudy Gunawan mengatakan, dari 654 lowongan, sebanyak 237 diperuntukkan bagi tenaga pengajar dan kesehatan berstatus eks tenaga honorer Kategori 2. Terdiri dari 230 eks tenaga honorer K2 guru dan 7 eks tenaga honorer K2 kesehatan.

Bagi honorer guru eks K2 yang ingin mendaftar harus memenuhi kriteria pendidikan terakhir strata 1 sebelum November 2013. Sementara syarat bagi tenaga kesehatan honorer adalah pendidikan terakhir paling rendah diploma 3 bidang kesehatan sebelum November 2013.

Diluar tenaga honorer, seleksi CPNS 2018 juga dibuka dari jalur umum. Untuk lowongan guru, disediakan 144 posisi. Terdiri dari 137 guru sekolah dasar dan tujuh guru sekolah menengah pertama. Lowongan CPNS itu diperuntukkan bagi S-1 pendidikan guru sekolah dasar.

Dalam surat keputusan Kementerian PAN-RB, penempatan CPNS guru tersebut telah ditentukan. Hampir seluruhnya akan ditempatkan di wilayah selatan Kabupaten Garut. Diantaranya di sejumlah SDN di Kecamatan Banjarwangi, Bungbulang, Caringin, Cibalong, Cikelet, dan Cihurip. Selain itu, lowongan CPNS juga dibuka untuk guru SDN di Cisurupan, Pekenjeng dan Karangtengah.

Penempatan CPNS guru SMP juga telah ditentukan. Diantaranya, SMPN 1 Banjarwangi (guru pendidikan kewarganegaraan ahli pertama), SMPN 1 Cibiuk (guru IPS ahli pertama), dan SMPN Satap 4 Cobalong (guru bahasa Inggris ahli pertama dan guru pendidikan kewarganegaraan ahli pertama). Selain itu, SMPN 1 Pendeuy (guru IPA ahli pertama) dan SMPN 4 Cibalong (guru IPS dan matematika ahli pertama).

Adapun, lowongan CPNS untuk tenaga kesehatan totalnya sebanyak 248 lowongan. Terdiri dari 54 dokter umum di puskesmas, dokter spesialis di RSUD dr. Slamet dan 17 perawat ahli pertama (S-1 keperawatan) yang akan ditempatkan di RSUD dr. Slamet.

“Dengan CPNS 2018, Garut akan punya dokter banyak. Akan tersedia dokter spesialis jiwa, jantung, obgyn, ortopedi, anestesiologi, paru dan radiologi,” kata Rudy di kantornya, Rabu 12 September 2018.

Untuk perawat gigi terampil (D-3 keperawatan gigi) akan ditempatkan di 34 puskesmas. Pendaftaran CPNS juga dibuka bagi perawat terampil (D-3 keperawatan) yang akan ditempatkan di 34 puskesmas. Lulusan D-3 keperawatan juga berkesempatan mendaftar CPNS di RSUD dr. Slamet dengan kuota 74 orang.

Tenaga kesehatan lain yang dibutuhkan dalam CPNS 2018 adalah pranata laboratorium kesehatan terampil (D-3 analis kesehatan). Kuotanya sebanyak empat orang untuk ditempatkan di RSUD dr. Slamet.

Untuk tenaga teknis, hanya dibuka lowongan di Dinas PU-PR Kabupaten Garut. Dikatakan Rudy, sebenarnya Pemkab Garut mengusulkan penambahan tenaga teknis di dinas lain. Namun, tidak disetujui oleh pemerintah pusat.

“Seperti ahli hukum dan akuntan kami ajukan. Tapi tidak disetujui pusat,” ucap Rudy.

Lowongan CPNS pada Dinas PU-PR terbuka bagi lulusan S-1 teknik sipil/arsitektur, serta S-1 perencanaan wilayah dan kota/ teknik lingkungan. Mereka akan ditempatkan sebagau pengawas jaringan utilitas, penguji bahan dan bangunan, penguji laboratorium tanah, aspal dan beton, dan penilik jalan. Selain itu, penelaah mutu konstruksi, penaya ruang ahli pertama, teknik tata bangunan dan perumahan, serta ahli pengairan. (*)

(Visited 18 times, 12 visits today)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here