Simak..! Hasil Tes SKD CPNS Kota Tasikmalaya

0
hasil tes skd cpns kota tasikmalaya

TASIK: Hasil tes Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di lingkup Pemerintah Kota Tasikmalaya tak sesuai harapan. Data dari Badan Kepegawaian dan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Tasikmalaya dari 4450 peserta yang ikut tes SKD, hanya sekitar 52 persen peserta yang memenuhi passing grade.

“Hanya separuhnya yang melampui passing grade dari formasi yang ada dan yang lulus tes SKD ini tidak merata. Mungkin saja ada formasi yang tidak terpenuhi, ini hanya akulumasi keseluruhan saja,” kata Sekda Kota Tasikmalaya Drs H Ivan Dicksan Hasanudin.

Ivan mengatakan, pihaknya masih menunggu kebijakan dari Badan Kepegawaian Negara dan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara Reformasi Birokrasi untuk solusi dari kuota yang tersisa.

“Solusinya saya sudah baca komentar Menpan, beliau akan mengambil kebijakan setelah semua selesai ujian. Namun sampai saat ini belum ada karena nanti 16 November mendatang baru selesai tes, ada pasti solusi dari Kemenpan,” ujarnya.

Menurut Ivan, pemerintah kota saat ini mengalami kekurangan pegawai negeri sipil yang berkualitas. Untuk itu, pihaknya berharap Kemenpan segera mengeluarkan kebijakan untuk memenuhi kuota CPNS yang lowong.

Situs Pengumuman CPNS 2018: Pengumuman Hasil Ujian Tes CAT SKD CPNS Kota Tasikmalaya
Baik Kementerian maupun instansi lainnya akan mengumumkan pengumuman kelulusan peserta secara serentak melalui situs online BKN maupun Panselnas, karenanya persiapkan diri untuk menerima hasilnya, dan ikuti langkah cara cek pengumuman tes SKD tersebut secara online.

Cara singkatnya seperti ini :

1. Kunjungi situs resmi CPNS 2018, bisa web Menpan, BKN ataupun Panselnas
2. Download Pengumuman CPNS 2018: Pengumuman Hasil Ujian Tes CAT SKD CPNS Kota Tasikmalaya bila berupa tabel
3. Cek masing-masing nama yang lulus, jika tidak ada artinya belum beruntung atau tidak lulus.

Pelaksanaan CPNS 2018 dengan Sistem CAT jauh dari kecurangan
Bagi kamu penganut aliran kepercayaan kekuatan ‘orang dalam’ saat mengikuti seleksi CPNS harap waspada karena tampaknya ilmu yang seperti itu tak lagi mampu menaklukkan seleksi CPNS di tahun 2018, tidak hanya tahun ini melainkan tahun sejak diberlakukannya sistem CAT CPNS beberapa tahun lalu.

Setelah melakukan ujian SKD dengan menggunakan Sistem CAT dari SSCN melalui SSCN.BKN.GO.ID ada baiknya anda bersiap-siap untuk mencari Pengumuman CPNS 2018: Pengumuman Hasil Ujian Tes CAT SKD CPNS Kota Tasikmalaya agar mengetahui apakah anda termasuk orang yang beruntung lolos dalam Ujian SKD Sistem CAT SSCN yang diselenggarakan dalam seleksi Penerimaan CPNS 2018 tahun ini?

A. Tes Kompetensi Dasar (TKD):
Tes Kompetensi Dasar (TKD) terdiri dari:

1. Tes Intelegensia Umum (TIU)
2. Tes Wawasan Kebangsaan (TWK)
3. Tes Karakteristik Pribadi (TKP)
B. Tes Kompetensi Bidang (TKB):
Tes Kopentensi Bidang (TKB) terdiri dari:

Tes Inteligensia Umum (TIU)
A. Kemampuan verbal yaitu kemampuan menyampaikan informasi secara lisan maupun tulis;
B. Kemampuan numerik yaitu kemampuan melakukan operasi perhitungan angka dan melihat hubungan diantara angka-angka;
C. Kemampuan berpikir logis yaitu kemampuan melakukan penalaran secara runtut dan sistematis
D. Kemampuan berpikir analitis yaitu kemampuan mengurai suatu permasalahan secara sistematik.
Tes Wawasan Kebangsaan (TWK)
1. Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika ;
2. Undang-Undang Dasar 1945;
3. Negara Kesatuan Republik Indonesia:
Tes Karakteristik Pribadi (TKP)
Rekrutmen CPNS 2018 ini akan lebih ketat dari pada tahun-tahun sebelumnya, karena pemerintah bertujuan melahirkan Pegawai Negeri yang profesional, ditempatkan sesuai dengan latar belakang pendidikannya.
Semua contoh soal CPNS 2018 diatas beserta pembahasannya telah dilengkapi dengan Tips Super Lulus Tes CPNS 2018, Kumpulan Soal-soal CPNS 2018, Kunci Jawaban, beserta Pembahasannya dan Trik dalam menjawabnya.
Bagaimana cara mengatur waktu, cara menjawab cepat, cara menghitung cepat, dan sebagainya, dalam menghadapi tes seleksi penerimaan cpns 2018. Selamat berjuang!!
Persiapan yang matang adalah hal yang sangat penting dilakukan agar bisa lulus pada semua tahapan tes seleksi CPNS. Hal tersebut karena lowongan CPNS yang tersedia terbatas sementera jumlah peserta setiap tahunnya terus mengalami peningkatan sehingga persaingan semakin ketat.

Untungnya proses seleksi CPNS sudah mulai dilakukan secara trasparan untuk menghindari praktik sogok-menyogok sehingga peluang untuk lulus hanya bisa diraih oleh peserta yang benar-benar memiliki persiapan yang matang. Salah satu strategi yang sangat efektif adalah melakukan perisiapan jauh-jauh hari sebelum hari H pelaksanaan tes.

Baca Juga: Download 8 Contoh Soal CPNS 2018! Ini Link Download Contoh Soalnya MENPAN-RB

Jangan meniru kebiasaan buruk mereka yang telah gagal dalam proses seleksi CPNS di tahun-tahun sebelumnya, yaitu kebiasaan menunda-nunda untuk mempersiapkan diri menghadapi ujian seleksi CPNS. Mereka baru berlatih mengerjakan soal-soal ujian CPNS setelah melihat nama mereka muncul di pengumuman peserta tes. Itu adalah kesalahan besar, sebab jarak antara pengumuman tes dengan waktu pelaksanaan tes biasanya sangat singkat sehingga waktu untuk berlatih mengerjakan soal-soal menjadi sangat singkat. Jika demikian, Anda akan sama
dengan orang yang terjun ke medan tempur tanpa amunisi yang cukup maka dalam sekejap Anda akan gugur.

Jumlah soal-soal yang disiapkan oleh panitia dalam database CAT sangat banyak dan muncul secara acak pada saat pelaksanaan tes. Kabar baiknya adalah, soal tes tahun-tahun sebelumnya berpotonsi muncul lagi sehingga semakin banyak soal-soal tes yang kita pelajari, semakin besar peluang untuk mendapatkan soal yang sama pada saat menghadapi tes CAT sehingga peluang untuk lulus semakin besar.

Jika anda telah selesai mengikuti Tes CAT, segeralah persiapkan diri untuk tahapan tes berikutnya tanpa menunggu pengumuman hasil tes CAT. Biasanya tahapan tes berikutnya adalah Tes Kompetensi Bidang, psikotes, dan wawancara. Soal-soal tes kompetensi bidang biasanya berbeda-beda, tergantung kementerian lembaga yang ada lamar.

Baca Juga: Contoh Soal CPNS 2018: Contoh Soal Kemenkumham Lolos CPNS 2018

Sedangkan untuk psikotes, soal yang selalu mencul adalah tes menggambar orang, tes melanjutkan gambar serta tes koran. Meskipun kelihatan mudah, namun tidak boleh kita remehkan karena tes tersebut selalu menggugurkan banyak peserta tes. Bagaimana tidak, waktu yang tersedia sangat terbatas misalnya untuk tes menggambar orang dan pohon hanya 5 menit. Jika kita kurang berlatih, dipastikan hasilnya akan kacau balau sehingga tidak bisa lulus.

Jadi intinya, jika anda serius ingin lulus seleksi CPNS, persiapkanlah diri Anda sejak awal dengan banyak berlatih mengerjakan soal-soal tes CPNS.

Persiapan tentunya dapat dilakukan dengan banyak berlatih mengerjakan soal-soal tes CPNS. Saat ini, soal-soal latihan tes CPNS bisa didapatkan baik dengan membeli buku soal-soal tes CPNS di Toko Buku atau bergabung menjadi member pada website penyedia jasa Bimbingan Belajar CPNS secara online.

Harus Lolos Passing Grade, Ini Dia Hasil Tes CPNS Gunakan CAT Harus Dilampaui

CPNS 2018 – Harus Lolos Passing Grade, Ini Dia Hasil Tes CPNS Gunakan CAT Harus Dilampaui. Salah satu tahapan penting dalam seleksi CPNS adalah Seleksi Kompetensi Dasar (SKD). Tahapan ini harus dilalui oleh pelamar yang dinyatakan lulus seleksi administrasi. Seperti tahun lalu, pelaksanaan SKD CPNS tahun 2018 ini menggunakan sistem Computer Assisted Test (CAT), dan kelulusan menggunakan nilai ambang batas (passing grade). Nilai SKD memiliki bobot 40 persen, sementara Seleksi Kompetensi Bidang (SKB) bobotnya 60 persen.

Deputi Sumber Daya Manusia (SDM) Aparatur Kementerian PANRB Setiawan Wangsaatmadja menjelaskan, setiap peserta SKD harus mengerjakan 100 soal yang terdiri dari soal Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) 35 soal, Tes Intelegensia Umum (TIU) 30 soal, dan Tes Karakteristik Pribadi (TKP) 35 soal.

Baca Juga: Download 8 Contoh Soal CPNS 2018! Ini Link Download Contoh Soalnya MENPAN-RB

TWK dimaksudkan untuk menilai penguasaan pengetahuan dan kemampuan mengimplementasikan nasionalisme, integritas, bela negara, pilar negara, bahasa Indonesia, Pancasila, UUD 1945, Bhineka Tunggal Ika, dan NKRI. NKRI ini mencakup sistem tata negara Indonesia, sejarah perjuangan bangsa, peran bangsa Indonesia dalam tatanan regional maupun global, serta kemampuan berbahasa Indonesia secara baik dan benar.

Sedangkan TIU dimaksudkan untuk menilai intelegensia peserta seleksi. Pertama, kemampuan verbal atau kemampuan menyampaikan informasi secara lisan maupun tulisan. Selain itu, kemampuan numerik, atau kemampuan melakukan operasi perhitungan angka dan melihat hubungan diantara angka-angka. Dari setiap jawaban yang benar pada kelompok soal ini akan mendapat skor 5, dan yang salah nilainya nol (0).

TIU juga untuk menilai kemampuan figural, yakni kemampuan yang berhubungan dengan kegesitan mental seseorang dalam menganalisa gambar, simbol, dan diagram. Selain itu juga kemampuan berpikir logis, atau penalaran secara runtut dan sistematis, serta kemampuan berpikir analisis, atau kemampuan mengurai suatu permasalahan secara sistematik. Dari setiap jawaban yang benar pada kelompok soal ini akan mendapat skor 5, dan yang salah nilainya nol (0).

Kelompok soal ketiga adalah Tes Karakteristik Pribadi (TKP). Soal-soal dalam kelompok soal ini mencakup hal-hal terkait dengan pelayanan publik, sosial budaya, teknologi informasi dan komunikasi, profesionalisme, jejaring kerja, integritas diri, semangat berprestasi. Selain itu, kreativitas dan inovasi, orientasi pada pelayanan, orang lain, kemampuan beradaptasi, kemampuan mengendalikan diri, bekerja mandiri dan tuntas. Juga kemauan dan kemampuan belajar berkelanjutan, bekerjasama dalam kelompok, serta kemampuan menggerakkan dan mengkoordinir orang lain. Berbeda dengan dua kelompok soal sebelumnya, TWK dan TIU, nilai untuk kelompok soal ini terbesar 5 dan tidak ada nilai nol (0) untuk setiap jawaban. Karena itu, peserta diimbau untuk menjawab seluruh soal TKP.

Passing Grade
Untuk dapat mengikuti seleksi lanjutan, peserta SKD harus melampaui nilai ambang batas (passing grade) seperti diatur dalam Peraturan Menteri PANRB No. 37/2018 tentang Nilai Ambang Batas SKD Pengadaan CPNS 2018. “Passing grade bagi peserta SKD dari kelompok pelamar jalur umum sama seperti tahun lalu, yakni 143 untuk TKP, 80 untuk TIU dan 75 untuk TWK,” ujar Deputi Sumber Daya Manusia (SDM) Aparatur Kementerian PANRB Setiawan Wangsaatmadja.

Sementara untuk pelamar dari formasi khusus, yang tahun lalu menggunakan sistem perangkingan, kali ini jumlah akumulasi dan nilai TIU ada batas minimalnya. Untuk pelamar dari formasi sarjana cumlaude dan diaspora, akumulasi nilai paling sedikit 298 dengan nilai TIU minimal 85.

Sedangkan bagi penyandang disabilitas, nilai kumulatifnya 260, dengan TIU minimal 70. Putra-putri Papua/Papua Barat, nilai akumulatif 260 dengan TIU minimal 60. Untuk eks tenaga honorer K-II, nilai akumulatif minimal 260 dan TIU minimal 60. “Untuk peserta seleksi dari olahragawan berprestasi internasional, nilai terendah merupakan nilai ambang batas hasil SKD,” imbuh Setiawan.

Ditambahkan, Permen PANRB No. 37/2018 ini juga mengatur adanya pengecualian untuk beberapa jabatan. Untuk dokter spesialis dan instruktur penerbang, nilai kumulatif minimal 298, dengan nilai TIU sesuai passing grade. Sedangkan untuk jabatan juru ukur, rescuer, ABK, pengamat gunung api, penjaga mercusuar, pawang hewan, dan penjaga tahanan, akumulasi nilainya paling sedikit 260 dengan nilai TIU minimal 70.

(Visited 19 times, 11 visits today)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here