Duh.. ! 8 Napi Lapas Banjar Positif Narkoba, Kalapas Malah Bungkam

0
lapas banjar

BANJAR-Tim gabungan Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Ciamis dan Satuan Narkoba Polres Banjar menemukan 8 penghuni Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Kota Banjar positif narkoba.

Tim menemukan hasil dari 50 napi yang ditest urine, 8 diantaranya positif mereka adalah BC (47), Nur (32), AK (33), SR (36), DT (36), AC (31), HG (47), dan MTS (46).

“Kami menemukan zat-zat yang masuk zat amphetamine, Metamphetamine, dan golongan THC (ganja), sedangkan dipemeriksaan golongan opium atau morphine (putaw) dan golongan Benzodiazepphine negatif,” kata Kasat Narkoba Polres Banjar AKP Usep Supiyan.

Tim selanjutnya akan melakukan penyelidikan dan  pemeriksaan terhadap Lapas Banjar. Sebelumnya tim akan berkoordinasi dengan pihak BNN. Kepala Lapas saat dikonfirmasi terkait dugaan adanya warga binaan yang masih mengkonsumsi narkoba,  belum mau berkomentar.

Namun, razia yang dipimpin oleh Kasi Brantas BNN Ciamis, Kompol Ricky Lesmana dan Kasat Narkoba Polres Banjar, AKP. Usep Supiyan, menemukan tutup bekas botol air mineral di dalam kamar blok C, khusus Napi Narkoba. Tutup botol tersebut diduga telah digunakan sebagai alat Nyabu (sabu-sabu) oleh penghuni kamar tahanan tersebut.

“Benda itu diduga telah digunakan sebagai alat untuk nyabu,” jelas Kompol Ricky Lesmana, kepada HR, Senin (12/11/2018).

Sebelumnya Kepala BNN Komjen Heru Winarko peredaran narkoba di Lapas sangat memprihatinkan. Bahkan kasis narkoba yang ditangani BNN didominasi dari Lapas.

“Makin meningkat ini. Selama 7 bulan saya jadi Kepala BNN, hampir semua barang-barang yang saya tangkap–yang terakhir 35 kilo–itu pesanan dari dalam (lapas). Ini yang sangat memprihatinkan kita,” ucap Heru dalam diskusi di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan.

Dalam 7 bulan terakhir, menurut Heru, ada 24 kasus yang berhasil dibongkar BNN. Heru tidak menyebut detail, tapi menurutnya paling banyak dari kasus itu berkaitan dengan lapas. Kebanyakan, menurut Heru, mereka yang memesan narkoba tipikal coba-coba.

“Tidak semua penyalahguna ini harus dimasukkan ke dalam rutan, bisa mereka di rehab kecuali pengedar atau bandar. Tapi kalau mereka pecandu mereka juga punya hak untuk direhab,” ujar Heru.

Heru mengaku sudah berkoordinasi dengan Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkum HAM) terkait urusan itu. Dia berharap pemeriksaan ketat setiap barang yang akan masuk ke lapas benar-benar dilakukan. (*)

Arife Subekti

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here