Inilah Profil Ketua Ansor Garut yang Heboh Karena Pembakaran Bendera Tauhid

1
ketua ansor garut

GARUT: Inilah Profil Ketua Ansor Garut Dr H Abdullah Badar MSi yang kini hangat diperbincangkan. Abdullah Badar adalah seorang tenaga pendidik di salah satu Perguruan Tinggi Islam di Garut. Dia juga adalah sosok aktivis NU sejati. Bahkan aktivitas organisasinya di NU dimlai sejak dia masuk duduk di bangku SMP.
Di kalangan aktivis NU Tasik Abdullah merupakan sosok yang vokal dan sangat disegani. Dia terpilih menjadi ketua Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Garut masa khidmah 2016-2020 dalam Konferensi Cabang (Konfercab) XIII GP Ansor Garut, di Pondok Pesantren Al-Halim, Jati, Kecamatan Tarogong Kaler, Kabupaten Garut pada Sabtu (29/10/2016)

Sebelumnya Abdullah menjabat sebagai Bendahara PC GP Ansor. Abduulah terpilih secara aklamasi. Peserta Konfercab yang terdiri dari 42 Pimpinan Anak Cabang (PAC) dan 369 Ranting ini sepakat untuk menetapkan Abdullah Badar sebagai Ketua PC GP Ansor Garut. Dia ditetapkan oleh Dandeu Rifai dari DPW Ansor Jawa Barat.

Pada saat itu hadir Wakil Bupati dr. H. Helmi Budiman, Rois Syuriah NU KH. Rd. Amin Muhyidin Maulani, Ketua Tanfidzyah KH. Drs. Atjeng Abdul Wahid, Wakil Ketua PP Ansor Hendrik Kurniawan, Sekretaris PW Ansor Jabar Johan Anwari.

Abdullah Badar memang sosok kharismatik di Garut. Dia juga yang membawa Ansor Garut diperhitungkan di kalangan aktivis Kota Intan ini. Buktinya saat pelantikan sekitar sepuluh ribu kader Ansor dan Banser menghadirinya. Pelantikan Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Garut di Lapangan Otto Iskandardinata, Alun alun Garut, Sabtu (18/11/2017) merupakan ajang unjuk kekuuatan Ansor Gartut. Istimewanya pelantikan dihadiri Ketua Umum PP Gerakan Pemuda Ansor Yaqut Cholil Qoumas.

Setelah dilantik, Ketua GP Ansor Garut Abdullah Badar langsung tancap gas melaksanakan kaderisasi. Garut yang merupakan basis NU sangat potensial untuk dijadikan kader Ansor. Namun di Garut juga tumbuh organisasi kuat seperti HTI, Persis dan gerakan pemuda lainnya. Untuk wilayah Priangan Timur Garut memang beda. Berwatak keras.
Kerja keras Abdullah Badar membangun Ansor ternyata membuahkan hasil, sekitar tiga ribu empat ratus empat puluh dua, kader berhasil dikader.

Ketua GP Ansor Garut itu tak pernah mundur untuk tetap bersama Kiai Nahdlatul Ulama. Mencintai dan menjaga Ulama. Serta setia terhadap Pancasila dan NKRI.

Pada beberapa kesempatan pun Badar kerap memompa kader NU untuk selalu menjaga NKRI dan melawan setiap orang yang merongrong NU. Termasuk HTI yang melanggar konstitusi. Oleh karena itu Abdulklah Badar mengaku tak gentar melawan siapa pun.

Mengenai peristiwa pembakaran bendera HTI di Garut, Adullah Badar mengatakan anggotanya yang terlibat pembakaran itu sudah benar karena bendera itu sebagai simbol bendera Hizbut Tahrir Indonesia (HTI), ormas yang sudah dibubarkan oleh pemerintah.

“Saya sudah cek teman-teman di Garut, tempat di mana pembakaran itu terjadi. Sudah saya tanyakan juga ke pengurus di sana, teman-teman yang membakar itu melihat bendera tersebut sebagai bendera HTI,” ujar Yaqut saat dimintai konfirmasi, Senin (22/10/2018).
Abdullah mengatakan, pembakaran yang dilakukan itu untuk menghormati dan menjaga kalimat tauhid.

Sebagaimana diketahui, dalam bendera HTI tertulis kalimat tauhid  laillahu illaloh . Pemerintah Jokwi tak ingi ada HTI di Indonesia segingga dibubarkan karena  dianggap  anti-Pancasila.

Ketua GP Ansor Garut mengatakan. Pembakaran itu justru untuk menjaga kalimat tauhid. “Mari kita berpikir jernih dari sudut pandang yang berbeda bahwa apa yang dilakukan teman-teman itu adalah upaya menjaga kalimat tauhid. Jika bukan bendera yang ada tulisan tauhidnya, bisa jadi, oleh mereka tidak dibakar, tetapi langsung buang saja ke comberan,” tandasnya .

“Oleh karena itu membakar bendera yang ada tulisan kalimat tauhid tersebut, hemat saya, teman-teman ingin memperlakukan sebagaimana jika mereka menemukan potongan sobekan mushaf Alquran. Mereka akan bakar sobekan itu, demi untuk menghormati dan menjaga agar tidak terinjak-injak atau terbuang di tempat yang tak semestinya,” pungkasnya

Maulida Putri

(Visited 7 times, 7 visits today)

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here