HMI Demo RSUD Ciamis, Kutuk Keras Kasus Penolakan Bayi Azkar

0
Ratusan massa HMI Ciamis Demo RSUD tuntut direkturnya lengser

CIAMIS: Ratusan aktivis HMI Cabang Ciamis menggelar aksi unjuk rasa terkait buruknya pelayanan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ciamis menyusul meninggalnya pasien bayi Azkar karena ditelantarkan pihak RSUD Ciamis. Bayi yang berasal dari Desa Sukamanah RT. 04 RW. 09 Desa Sukawening Kecamatan Cipaku ini meninggal dalam perjalanan menuju rumah sakit dr Soekarjo Tasikmalaya setelah tidak diterima di RSUD Ciamis.

Massa mengkritik keras manajemen RSUD Ciamis yang menolak calon pasien Azkar dengan alasan penuh. Padahal ada kelas VVIP. Para aktivis HMI melakukan aksi teatrikal yang meng-ilustrasikan arogansi karyawan RSUD Ciamis terhadap kedua orang tua dan bayi yang dibungkus kain kafan.

Koordinator Aksi, Asep menuturkan aksi ini dilakukan sebagai reaksi atas apa yang dilakukan oleh pihak RSUD Ciamis terkait penolakan pasien yang berujung tidak tertolongnya bayi Azkar yang baru 2 hari lahir. Ini perihal kemanusiaan sepatutnya RSUD Ciamis selaku Lembaga Pelaksana Pelayanan Kesehatan memberikan penindakan dini terkait keadaan bayi agar mengetahui kuat tidaknya untuk dirujuk ke rumah sakit lain. Ungkapnya.

Ketua Umum HMI Cabang Ciamis Hendriawan Firmansyah menyatakan “Pelayanan RSUD cenderung lamban dan melupakan aspek nilai kemanusiaan yang sepatutnya menjadi Standar Operasional Kerja (SOP) dalam pelayananya.
“Perlu ada pembaharuan agat tak terjadi kasus serupa, ini memang memalukan sekali,” kata Hendriawan.

HMI juga mendesak Ketua DPRD dan Bupati Ciamis untuk menindak oknum karyawan RSUD Ciamis yang tidak menerima pasien (bayi), meminta aparat penegak hokum untuk menindak secara hukum kasus tersebut, menuntut Direktur RSUD Kabupaten Ciamis untuk turun dari jabatannya, meminta Pjs. Bupati Ciamis untuk mengevaluasi atas kinerja Direktur RSUD Kabupaten Ciamis yang dianggap sudah tidak mampu melakukan tugasnya dan meminta DPRD terutama komisi 4 untuk tanggap segera membentuk pansus untuk mengevaluasi kinerja pelayanan RSUD Ciamis.

Ketua DPRD Ciamis Nanang Permana mengatakan, pihaknya sudah menugaskan Komis 4 untuk melakukan rapat kerja. DPRD juga akan menempuh jalur hukum dengan melibatkan pihak kepolisian karena tindakan ini melanggar Undang-Undang nomor 36 tahun 2009.

DPRD sepakat kasus tidak diterimanya pasien bayi Azkarr harus ditindaklanjuti. RSUD juga harus dibenahi karena dari dulu tidak ada perubahan yang signifikan dalam pelayanan dan ini murni urusan pelayanan kesehatan tidak ada unsur politik apapun”. Ungkap Nanang Pernama.

Dalam Aksi yang kedua di Pendopo Ciamis aksi diterima langsung oleh Sekretaris Daerah Ciamis Asep Sudarman dan dihadirkan pihak terkait diantaranya Kepala Dinas Kesehatan Ciamis Engkar Iskandar serta Direktur RSUD Ciamis Aceng Solahudin hadir di depan massa aksi HMI. Asep Sudarman mengungkapkan “Pihak pemerintah sudah begerak Pemda telah memerintahkan Dinas Kesehatan untuk mengaudit terkait kejadian tidak diterimanya pasien bayi Azkar untuk dirawa di RSUD Ciamis. Ini ada sesuatu yang salah, dan harus diperbaiki untuk pelayanan yang lebih baik. Kami bisa mengabulkan terkait permintaan terakhir terkait pengajuan jalur hukum sebelum mendpatkan laporan dari tim audit terkait kasus tersebut. Saya mengapresiasi terkait aksi kepedulian social yang dilakukan HMI demi mewjudkan Pelayanan Pemerintah Ciamis agar lebih baik kembali,” pungkasnya. (YGT)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here