Panwaslu Terus Selidiki Dugaan Program Rastra Digunakan Kampanye

0

CIAMIS-Panwaslu Ciamis saat ini masih terus menyelidiki dugaan program pemerinrah beras sejahtera (rastra) yang digunakan oleh salah satu tim paslon di Pilkada Ciamis 2018.

“Masih diselidiki. Masih tahap klarifikasi belum ada kesimpulan. Kalau sudah ada kesimpulan baru kita rilis,” ujar Komisioner Panwaslu Ciamis Divisi Pencegahan dan Hubungan Antar Lembaga Fahmi Fajar Mustofa kemarin.

Dikatakan Fahmi, sejauh ini masih melakukan klarivikasi terhadap beberapa saksi baik pelapor, terlapor dan saksi masyarakat yang menerima beras tersebut.

“Yang jelas kasus dugaan pelanggaran ini masih dalam proses, masih pendalaman,” ungkapnya.

Terkait sampai berapa lama, Fahmi belum bisa memastikan. Karena kaitannya dengan pihak-pihak yang diklarivikasi. Yang jelas, Fami menegaskan Panwaslu akan menangani laporan dari siapapun, dengan syarat materil dan formil dalam laporan terpenuhi.

“Jadi laporan harus memenuhi formal dan materil, bukan hoax atau asumsi. Supaya tidak ada salah pemahaman,” jelasnya.

Menurut Fahmi, hukuman pidana dalam suatu kusus Pilkada telah sampai ke pengadilan. Maka hukumannya bervatiatif mulai dari denda hingga kurungan. Namun dalam kasus ini Fahmi enggan berandai-andai. Karena prosesnya masih panjang karena setelah proses klarivikasi kemudian dibawa ke Gakumdu.

“Untuk dugaan kasus ini baru sampai 80 persen. Kalau sudah selesai baru kita akan ekspos,yang pastinya bila saja kasus ini terbukti terlapor terancam hukuman penjara atau denda, ” katanya.

Sebelumnya, Andi Ali Fikri, warga Ciamis yang mendapat temuan adanya program rastra yang digunakan kampanye oleh paslon nomor urut 2.

Andi menerangkan awalnya mendapat informasi adanya pembagian rastra di Kecamatan Cidolog. Tetapi di dalam kantong rastra itu teradafat leaflet pasangan calon di Pilkada 2018. Itu terjadi pada 9 Maret 2018 lalu.

“Itu temuan langsung, awalnya dapat informasi adanya pembagian rastra di Cidolog. Tapi di dalamnya terdapat leaflet pasangan calon nomor urut dua, itu di Desa Janggala,” jelas Warga Ciamis Andi Ali Fikri.

Kata dia, setelah mendapat informasi tersebut kemudian datang ke lokasi dan meminta bantuan Kepala Desa setempat, untuk menuju salah seorang warga yang menjadi narasumber adanya informasi tersebut.

“Kesana menanyakan kaitan Rastra yang disusupi leaflet. Bahkan menurut kabar, masyarakat ditakut takuti bila tidak mencoblos maka tidak akan ada lagi bantuan rastra tersebut,” katanya.

Andi langsung membawa barang bukti tersebut dan melaporkan serta menyerahkan ke Panwaslu Ciamis. Diharapkan Panwaslu memproses kasus tersebut sampai tuntas.

“Bantuan Rastra merupakan program pemerintah, jangan diambil untuk kepentingan kampanye. Itu pelanggaran dan mencederai masyarakat. Penerima rastra itu kan dari kalangan tidak mampu, jangan dibohongi,” ungkapnga.

Andi berharap kasus ini untuk ditindaklanjuti sampai tuntas. Dilakukan penelusuran dan klarivikasi kepada pihak-pihak terkait dengan rastra tersebut. Jangan sampai hal itu terlulang dan menyebar. (Cep/Galuhnews)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here