Siswi SMP di Ciamis Itu “Digauli” Gurunya Tiga Kali

1
pencabulan

CIAMIS: Inilah pengakuan seorang siswi kelas 9 SMP di Kecamatan Sadananya Kabupaten Ciamis berinisial Rs yang diperdaya tiga oknum gurunya. Rs yang akan mengikuti Ujian Nasional (UN) stres. Ibu kandung korban, Etin menceritakan kejadian sebenarnya.

“Kejadiannya memang sudah lama dan berulang-ulang, ya pertengahan tahun 2017, anak saya diajak ke Pangandaran untuk piknik dan belanja. Anak saya juga memang aktif di kegiatan ekstrakurikuler. Kata gurunya itu piknik ke Pangandaran untuk bonus liburan karena sudah ikut lomba di sekolah. Kemudian anak saya dijemput mobil milik pak Ab,” kata Etin dengan nada geram.

Dalam mobil itu korban ditemani guru perempuanya berinisal Ni dan Ay sebagai sopir. Dialah yang berperan memberi jalan agar Ab leluasa menggarap korban. Belakangan diketahui Ni punya utang ke Ab. Korban yang masih polos menuruti saja apa kemauan Ni dan Ab. Dan hubungan suami istri itu dilakukan saat Ni dan anak-anaknya keluar hotel.

“Saat itu anak saya lagi mandi, jam menunjukkan pukul jam 9 pagi saat itu. Rupanya Ab sudah menunggunya di luar kamar mandi, begitu keluar pintu, Ab langsung menarik tangan anak saya dan menciumnya dengan nafsu. Anak saya berontak, tapi pak guru itu memaksa dan mengiming-imingi shopping. Dan akhirnya mahkota anak saya direnggut oleh pak guru itu,” cerita Etin.

Aksi bejat itu diulangi Ab di rumah milik Ni pada bulan Januari 2018. Lagi, Ni memuluskan kelakuan Ab yang memang sudah ketagihan untuk menggauli korban. Ibu korban tak menyangka setiap anaknya diajak keluar rumah oleng Ni karena selalu beralasan ingin mengikuti kegiatan sekolah. “Saya tak curiga kan dia adalah guru anak saya, rupanya mereka punya kelakuan bejat,” katanya.

Terbongkarnya kasus tersebut karena ketika korban diajak yang ketiga kalinya untuk berhubungan intim menolak. Kejadiannya pada Februari lalu. Korban kembali dijemput Ni dan Ay. Korban yang memang sudah tak tahan lagi dengan kelakuan gurunya tersebut nekad kabur saat mobil berhenti di sebuah warung kopi di kawasan Cijeunjing. Dan akhirnya korban menceritakan nasibnya kepada ibu kandungnya. Mendapat laporan dari anaknya Etin marah dan mengungkap kejadian tersebut.(ink)

Baca Juga: Profil Oknum Guru Cabul: Aktivis Islam yang Peduli Rohingya

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here