Inilah Cerita Misteri Rumah Bertingkat di Desa Karangkamulyaan

0

CIAMIS: Desa Karangkamulyaan Kecamatan Cijeungjing Kabupaten Ciamis memang sangat istimewa. Dan penuh dengan cerita misteri di sana ada situs Karangkamulyaan yang dipercaya sebagai peninggalan kerajaan Galuh di zaman Ciung Wanara atau Sang Manarah. Kisah Ciungwanara sendiri merupakan cerita epos kepahlawanan seorang anak raja yang dibuang dan berjuang untuk mendapatkan kembali haknya yang berlatar belakang Kerajaan Galuh.

Sangat mudah untuk menuju lokasi Situs Karangkamulyan karena berada di jalan Nasional Jawa Barat-Jateng (jalur selatan) kalau yang mau ke Pangandaran atau Puwokerto pasti lewat kawasan ini.

Tulisan ini tak akan mengupas tuntas situs Karangkamulyaan, tapi mengenai
rumah bertingkat dua lantai di Dusun Karangkamulyaan. Masyarakat setempat mempercayainya jangan membuat rumah bertingkat di Karangkamulyaan karena kerap berdampak buruk atau membawa kesialan. Makanya ada empat rumah bertingkat yang dibiarkan kosong di kawasan itu.

Konon tersiar kabar bahwa rumah tersebut dianggap membawa sial.Tragedi beruntun menghantui pemiliknya. Misalnya terjadi kecelakaan ketika rumah itu di bangun. Seorang buruh bangunan jatuh dan sakit.

Setelah dihuni pun tetap saja, penghuninya dirundung duka. Mereka mendapatkan sial. Kesialan itu berupa perceraian, tabrakan, hingga usaha yang selalu rugi. Penghuninya lalu meninggalkan begitu saja.

“Sebenarnya ada empat rumah kosong yang ditinggalkan penghuninya karena dipercaya membawa sial,” kata Iwan salah seorang warga setempat.

Iwan bercerita pernah ada warga yang memaksa membangun rumah tingkat malah meninggal karena kecelakaan.

Cerita buruk rumah bertingkat di Dusun Karangkamulyan ini memang sudah tersiar lama dan merupakan pantangan. Masyarakat setempat yakin betul kalau bikin rumah bertingkat akan mendapat kesialan.

Kepala Desa Karangkamulyaan Abddul Haris mengatakan, kepercayaan masyarakat itu bukan tahayul semata, tapi mengandung filosofi yang sangat dalam.

“Menurut saya filosofinya agar masyarakat Karangkamulyan itu tidak sombong, tapi harus rendah hati. Karena kalau membangun rumah tingkat dikhawatirkan orang menjadi sombong,” ujarnya.

Haris mengatakan, warga Karangkamulyan sangat memelihara dan melestarikan tradisi leluhurnya soal larangan itu. Pantangan soal larangan bangun rumah bertingkat dipercaya warga guna menjaga kelestarian tradisi.

Bagaimana kalau ada warga yang melanggar? Agus menuturkan kisah yang belum tentu berkaitan atau tidak soal adanya empat keluarga mendapat musibah usai membangun rumah bertingkat. Namun Agus keberatan membeberkan identitas orang-orang yang dianggap melabrak pantangan itu.

Salah satu ceritanya ada seorang warga tengah membangun rumah lantai dua. Lagi-lagi percaya dan tak percaya, konon si pemilik rumahnya saat berkendara menabrak lima orang hingga tewas. Kini rumah tersebut dibiarkan telantar dan tak dilanjutkan lagi proses pembangunannya.

warga yang memaksa meningkatkan rumahnya malah meninggal karena kecelakaan. Selain itu, sambung Haris, ada juga yang usahanya bangkrut dan rumah tangga hancur.

Benar tidaknya kejadian yang diungkapkanHaris itu  memang di luar nalar akal sehat. Namun sudah terbukti ada empat rumah bertingkat di Desa Karangkamulyaan dibiarkan kosong dan ditinggalkan pemiliknya. (des)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here