Pedagang Dadakan Taman Raflesia Direlokasi ke Parkiran Sirkuit BMX

0

CIAMIS-Pemerintah Daerah Kabupaten Ciamis melalui Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup mengeluarkan regulasi baru per Januari 2018, dimana para pedagang kaki lima (PKL) dadakan yang biasa berjualan setiap minggu pagi di kawasan Taman Raflesia Alun-alun Ciamis kini dilarang berjualan di lokasi itu.

Sebagai gantinya, Pemkab Ciamis menyediakan tempat relokasi di kawasan tempat parkir sirkuit BMX di Cigembor. Hal ini dilakukan Pemkab Ciamis sebagai salah satu upaya penataan kota.

Mulai Minggu (7/1) terlihat berbeda dari biasanya, sudah tidak ada lagi para PKL yang berjualan di kawasan Taman Raflesia Bilboard. Yang biasanya terlihat kumuh setiap minggu kini terlihat rapi. Taman Raflesia masih ramai dengan masyarakat yang beraktifitas olahraga.

Sementara di kawasan sirkuit BMX yang biasa terlihat sepi kini terlihat ramai. Sekitar puluhan PKL dan ratusan masyarakat tumpah ruah di lokasi itu. Ditambah di lokasi itu terdapat Taman Hutan Kota yang dilengkapi dengan joging track, tempat warga berolahraga. Lokasinya juga masih berada di perkotaan. Hanya saja para pengunjung sedikit terhambat dengan pengaturan lalu lintas dan parkir yang belum tertata rapi.

“Tujuan kami merelokasi PKL dalam rangka penataan wilayah kota. Respon para PKL juga positif. Yang dikhawatirkan mereka akan sepi pembeli, tetapi ternyata masyarakat datang ke kawasan BMX ini, karena PKL dan masyarakat memanfaatkan komunikasi,” ujar Kepala Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup H Oman Rohman Minggu (7/1) di Taman Hutan Kota.

Oman membantah Alun-alun akan sepi, meskipun para PKL dadakan dialihkan dari Taman Raflesia. Karena Alun-alun merupakan pusat kota yang biasa digunakan masyarakat beraktifitas olahraga.

“Nampaknya arus lalu lintas di wilayah kota kini semakin lancar. Saat ini masih dalam tahap evaluasi karena baru pertama, minggu selanjutnya akan ditata lebih tertib lagi, terutama dari lokasi parkir,” jelasnya.

Kata dia, para PKL yang berjualan ini bukan hanya warga Asli Ciamis, melainkan dari daerah luar. Sehingga solusi relokasi ini dianggap tepat agar para PKL terakomodir. Mereka diberi kesempatan untuk berusaha dan berdagang di Ciamis. Dipilihnya BMX karena dianggap sangat representatif, sekaligus menghidupkan titik-titik keramaian di Ciamis supaya lebih merata.

“Titik keramaian di Ciamis ada tiga lokasi, di Lokasana, Taman Raflesia Alun-alun Ciamis dan sekarang di kawasan Sirkuit BMX,” ungkapnya.

Relokasi ini juga melibatkan berbagai pihak dan instansi lainnya seperti Dinas Perdagangan, Dinas Perhubungan, Satpol PP Ciamis dan Pemerintahan setempat. Bila ada PKL yang membandel akan diserahkan kepada instansi terkait untuk penanganannya.

Oman berharap masyarakat Ciamis harus mendukung dan ikut mentata sendiri, jangan sampai tidak terkendali. Pasalnya, Pemkab hanya mengeluarkan regulasinya dan mengarahkan, selanjutnya masyarakat yang harus berperan aktif.

“Saat ini wajar masih adaptasi masih dalam penataan. Bupati berharap Ciamis kalau tidak dibangun oleh warganya oleh siapa lagi. Tanggung jawab masyarakat. Kami hanya regulasinya saja,” pungkasnya.

Sementara itu, salah seorang pedagang kaus kaki di sirkuit BMX, Yulia, menyambut baik relokasi tersebut, menurutnya lokasi untuk berdagang cukup luas dan tidak terganggu kendaraan. Masyarakat yang datang juga banyak tidak jauh berbeda dengan di Alun-alun.

“Bagus, kami menyambut baik ini, ramai juga. Tapi jangan sampai kami di pindahkan tetapi disana (alun-alun) masih ada yang berjualan. Harus kompak semuanya,” katanya.

Salah seorang warga, Aan Maryana, mengatakan dipindahkannya pedagang dadakan ini salah satu langkah baik agar kawasan kota tertata rapi. Hanya saja memang tidak adanya pedagang, kawasan alun-alun cukup sepi beda dari biasanya.

“Meskipun alun-alun cukup sepi, tapi sejauh ini saya menilai cukup bagus untuk penataan kota. Kalau mau berbelanja minggu pagi tinggal datang ke sirkuit BMX. Memang lokasinya agak jauh, tapi masih bisa dijangkau kalau menggunakan kendaraan,” pungkasnya. (Wawan/Galuhnes.com)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here