Prosesi Tradisi Adat Nyangku Di Panjalu Dimaknai Untuk Evaluasi Diri

0

CIAMIS-Yayasan Borosngora Panjalu mengadakan prosesi upacara adat nyangku yang diikuti juga oleh ribuan masyarakat Panjalu dan sekitarnya di Taman Borosngora Senin (18/12/2017)

Upacara adat nyangku merupakan rangkaian prosesi adat jamasan atau penyucian benda-benda pusaka peninggalan Prabu Sanghyang Borosngora, para raja, serta BUpati Panjalu yang tersimpan di Pasucian Bumi Alit.

Nyangku merupakan suatu bentuk budaya lokal yang tentu memperkaya khazanah budaya nasional.Ritual tradisi yang dilaksanakan setiap tahun pada bulan Rabiul Awal ini konon telah dilaksanakan pada zaman pemerintahan Prabu Borosngora. Pada saat itu, sang prabu menjadikan prosesi adat galuh ini sebagai media syiar islam di wilayah Panjalu dan sekitarnya.

Nyangku bukan semata mata bentuk penghormatan kepada leluhur Panjalu akan tetapi harus di maknai sbg moment evaluasi diri, membersihkan hati. Nyangku dalam bahasa sunda yaitu nyaangan kuring atau mengkritisi diri untuk membangun mendekati sikap yang lebih baik dan dinamis.

Bupati Ciamis Iing Syam Arifin mengatakan tradisi ini menjadi kewajiban kita untuk melestarikannya sampai akhir dunia ini ada. Kedepan kita lihat perkembangan-perkembangannya dari tahun ke tahun nyangku ini banyak perubahan-perubahan signifikan baik dari upacara, tatacara dan juga dari acara acara yang sangat ritual.

“Kedepan harus lebih di tingkatkan dan terimakasih kepada keluarga besar borosngora yang tidak henti-hentinya terus mengembangkan menyelenggarakan warisan leluhur ini untuk menjadi bagian milik kita bersama,” pungkasnya. (Wawan/Galuhnews.com)

(Visited 11 times, 8 visits today)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here