GBLA Jadi Sasaran Pengemboman Teroris

0

foto-persib-bandung-vs-malaysia-selection-gbla-2014-SIM_9105Markas Persib Bandung Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) dalam berlaga di Liga 1, rupanya menjadi sasaran pengeboman teroris. Hal itu diungkapkan Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Jawa Barat Komisaris Besar Yusri Yunus saat Densus 88 Aniteror Polri menangkap terduga teroris berinisial YC (21) di Kampung Sirnagalih, Desa Karya Laksana, Kecamatan Ibun, Kab. Bandung, Jawa Barat, Senin (17/7/2017) kemarin sore.

Seperti dikutip CNN Indonesia, YC merupakan rekan AW (22)–yang masih dalam pencarian–terduga perakit bom panci yang meledak di kontrakan daerah Buah Batu, beberapa waktu lalu (8/7/2017). Setelah menginterogasi YC, didapatkan informasi bahwa selain akan mengebom kafe dan rumah makan dibilangan Braga, mereka berencana akan melakukan aksi teror di GBLA.

“YC dan AW mengadakan pertemuan dalam pertemuan itu bahwa rencana amaliyah AW yaitu Stadion sepakbola Persib, Gelora Bandung Lautan Api,” kata Kepala Humas Polda Jabar Kombes Yusri Yunus seperti dikutip CNN Indonesia.

Atas interogasi atau pemeriksaan kepada YC, AW yang masih dalam pencarian memiliki bom seberat tiga sampai lima kilogram yang siap ledak dan disimpan di kontrakkannya. Informasi ini tentu menjadi sebuah ancaman kepada Persib dan Bobotoh, mengingat stadion tersebut selalu punya animo besar untuk mengundang masyarakat dalam jumlah besar saat kali Maung Bandung berlaga.

Pengurus Viking Persib Agus Rahmat mewanti-wanti pihak keamanan harus lebih siaga dan lebih ketat lagi terhadap sesuatu hal yang mencurigakan. Pihak keamanan mesti bekerja keras untuk melindungi keselamatan Bobotoh.

“Tentunya itu membuat kita khawatir karena memang bisa saja seperti itu. Melihat beberapa bulan terakhir di Eropa memang tempat keramain menjadi target bom. Tidak hanya stadion tapi konser dan tempat keramaian lagi,” buka Agus.

“Kita hanya meminta pihak kemanan lebih bekerja keras untuk mengantisipasi hal itu. Mereka hanya melakukan aksi keji demi kepentingan pribadi.
Sebagai bobotoh ya kita serahkan sama pihak keamanan saja,” lanjut Agus.

(Visited 1 times, 1 visits today)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here